Thursday, April 4, 2019

Mengkritik Novel Shaidan

Dinamika Cinta, Persahabatan, dan Perpisahan

Shaidan adalah novel pertama karangan Hana Margaretha atau yang biasa dikenal sebagai Radenx. Novel ini setiap bagiannya dimuat di wattpad oleh akun wattpad @radexn. Namun, saat ini sudah dibukukan. Hana Margaretha adalah wanita kelahiran Karawang, 18 Mei 2000. Saat ini ia masih berstatus sebagai pelajar di SMA Yadika 8 Jatimulya. Hana Margaretha mempunyai cita-cita sebagai penulis. Setelah berhasil menulis novel ini, ia menulis novelnya yang kedua yaitu Dignitate yang setiap bagiannya juga dimuat dalam wattpad. Berkat ketekunan Hana Margaretha, karya-karyanya itu sangat diminati oleh para remaja. Novel yang berjudul Shaidan ini adalah salah satu karyanya yang diminati oleh para remaja. Novel ini sangat menarik untuk dibaca karena Hana mengangkat cerita yang tidak biasa yaitu tentang cinta, persahabatan, dan perpisahan.
***

Novel Shaidan menceritakan kisah cinta seorang remaja yang berusia 16 tahun. Remaja itu bernama Shanin. Di dalam novel ini, Hana Margaretha menggambarkan Shanin sebagai seorang gadis bawel yang memiliki sifat manja. Ia sangat menyukai hujan, es krim, dan musik. Tiga hal itulah yang membuat hidupnya menjadi berwarna. Shanin juga memiliki beberapa sahabat yang humoris dan selalu dapat mencairkan suasana. Sosok laki-laki populer bernama Gara yang menjadi pacar Shanin juga digambarkan oleh Hana Margaretha dengan latar belakang yang sama dengan Shanin yaitu sebagai seorang pelajar. Kemampuan Hana Margartha dalam menggambarkan karakter Gara dalam novel ini mampu membuat pembaca ikut larut dalam ceritanya. Hal ini karena karakter Gara yang tidak pernah menomorsatukan Shanin karena Gara selalu saja memilih untuk menghabiskan waktu bersama dengan teman-temannya daripada bersama dengan pacarnya sendiri.
Dalam novel ini, kita dapat menemukan banyak hal, terutama tentang cinta, persahabatan, dan perpisahan serta cara untuk menemukan jalan keluar agar tidak merasa galau mengisi penantian panjang. Tokoh Shaidan mengajarkan kepada kita bahwa merelakan orang yang kita cintai adalah salah satu cara untuk membuat hidup kita menjadi lebih baik. Dengan merelakan orang yang kita cintai, kita akan sadar bahwa kehilangan bukanlah kepahitan hidup yang harus terus diratapi melainkan dengan kehilangan orang yang kita cintai hidup kita tidak akan hancur seketika, melainkan kita harus membuktikan kepada dunia bahwa kita dapat berdiri sendiri tanpa adanya mereka.

Hana Margaretha sangat pandai dalam menggunakan kata-kata atau gaya bahasa pada setiap tulisannya. Meskipun penggunaan bahasanya sederhana, tetapi mampu membuat pembaca seolah-olah terbawa dalam cerita yang ditulisnya. Hal ini terlihat ketika Shanin mengakhiri hubungannya dengan Gara. Tanpa menggunakan bahasa yang berbelit-belit, Shanin langsung mengungkapkan semua isi hatinya saat itu menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dan tidak bertele-tele sehingga pembaca pun langsung mengetahui maksud dari perkataan itu.
Kisah cinta anak remaja yang diceritakan pada novel ini, mampu membuat pembaca ikut merasakan kisah di dalamnya. Selain itu, cerita dari novel ini juga mampu mengaduk-aduk perasaan pembaca. Hal ini terlihat ketika Shanin mengetahui bahwa Gara selama ini telah berselingkuh di belakangnya dengan perempuan yang berama Gisel. Shanin pun terkejut ketika mengetahui bahwa pacarnya yang bernama Gara itu selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ia kemudian memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Gara. Terlepas dari konflik masalah remaja, karakter Gara pada novel ini kurang begitu kuat padahal ia merupakan salah satu tokoh utama. Begitu pula dengan karakter Gisel yang terkesan dipaksakan di akhir cerita.
Selain membahas tentang kisah cinta, novel ini juga membahas tentang persahabatan. Yang namanya persahabatan, sampai kapanpun pasti akan terus berlanjut walaupun ada segelintir masalah yang mulai bermunculan, seperti halnya pada novel Shaidan ini. Di dalam novel ini, masalah tersebut muncul ketika Gara berani berselingkuh di belakang Shanin dengan seorang perempuan bernama Gisel. Yang menjadi sorotan adalah seorang perempuan tersebut karena ia adalah sahabat dari Shanin. Shanin tidak menyangka bahwa sahabat yang selama ini selalu bersamanya ternyata diam-diam berselingkuh dengan pacarnya sendiri. Pada bagian ini, Hana Margaretha tidak menjelaskan permasalahan tersebut secara detail sehingga membuat pembaca merasa kebingungan dengan kisah yang ia ceritakan.

Pada novel ini, Hana Margaretha mengakhiri ceritanya dengan hal yang tidak menyenangkan yaitu dengan perpisahan. Menurutnya, perpisahan bukanlah hal yang perlu disesali. Namun, kita harus berusaha untuk menerima dan menghadapinya dengan hati yang lapang. Hal ini karena perpisahan merupakan langkah awal untuk melakukan perubahan dalam hidup untuk menjadi insan yang lebih baik lagi. Terlihat ketika Shanin yang memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Gara. Hari demi hari, Shanin mulai bisa menerima kenyataan bahwa cinta pertamanya itu tidak pantas untuk ia pertahankan karena kebohongan yang telah ia lakukan. Pada bagian ini, Hana Margaretha berhasil membuat pembaca ikut merasakan kesedihan yang dialami Shanin sehingga membuat kita mengerti bahwa perpisahan bukan akhir dari segalanya.
Ketika membaca novel ini, kita akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang berharga tentang bagaimana cara menyikapi suatu persoalan tentang cinta, persahabatan, dan perpisahan. Novel ini juga memberikan motivasi bagi pembaca supaya jangan pernah merasa kecil hati ketika perjalanan cinta dengan pasangan kita mengalami suatu masalah. Lika-liku persahabatan dan perjuangan untuk mempertahankannya juga menjadi satu hal yang harus terus dihadapi karena arti persahabatan yang sebenarnya adalah sahabat akan selalu ada pada saat kita dalam keadaan suka maupun duka. Selain mengajarkan tentang cinta dan persahabatan, novel ini juga mengajarkan kepada kita bahwa perpisahan bukanlah kepahitan hidup yang harus terus diratapi. Namun dengan adanya perpisahan, kita dituntut untuk dapat menemukan jalan keluar supaya kita tidak merasa galau dengan perpisahan yang kita hadapi.

Wednesday, December 5, 2018

Laporan Percobaan Korosi pada Paku

PERCOBAAN KOROSI PADA PAKU


A.    ALAT DAN BAHAN
1)      Gelas plastik bening sebanyak 7 buah
2)      Paku besi yang tidak berkarat sebanyak 7 buah
3)      Amplas
4)      Air jeruk
5)      Air mendidih
6)      Asam cuka
7)      Minyak kelapa
8)      Kapas
9)      Aquades

B.     LANGKAH KERJA
1.      Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2.      Beri identitas gelas plastik dengan angka 1-7.
3.      Bersihkan/gosok paku dengan menggunakan amplas.
4.      Perlakuan paku setiap gelas plastik sebagai berikut :
-          Pada gelas plastik  1: diisi paku saja dengan keadaan terbuka.
-          Pada gelas plastik  2: masukkan paku kedalamgelasplastik. Ditengah gelas plastik masukan kapas, kemudian di atas kapas letakan satu sendok kapur yang telah dihaluskan. Tutup mulut gelas dengan kapas.
-          Pada gelas plastik  3: masukkan paku ke dalam gelas berisi air biasa.
-          Pada gelas plastik  4: masukan air setinggi 5 cm. Panaskan air hingga mendidih selama 3 menit untuk menghilangkan udara yang larut di dalamnya. Masukan paku ke dalam air tambahkan minyak kelapa diatas air hingga lapisan setebal ½ cm untuk mencegah udara masuk ke dalam air.
-          Pada gelas plastik  5 : masukkan paku ke dalam gelas berisi air cuka.
-          Pada gelas plastik  6 : masukkan paku ke dalam gelas berisi  air jeruk.
-          Pada gelas plastik  7 : masukkan paku ke dalam gelas yang berisi aquades.
5.      Setelah semua selesai letakkan ke-7 gelas plastik tersebut di tempat yang baik yang tidak terkena sinar matahari.
6.      Kemudian amati dan catat perubahan yang terjadi selama 1 minggu.

C.    TABEL PENGAMATAN

No
Pakupadagelas plastik
HasilPengamatan
1
Netral
Tidak berkarat
2
Kapur+ kapas
Tidak berkarat
3
Air biasa
Tidak berkarat
4
Air mendidih+minyak kelapa
Tidak berkarat
5
Asam cuka
Berkarat
6
Air jeruk
Tidak berkarat
7
Aquades
Berkarat


LAMPIRAN

Air Cuka                                                               Air Mendidih + Minyak Kelapa
  



Kapur + kapas                                                             Air jeruk                                           
                                
                            
Air biasa                                                                      Aquades
           


Saturday, September 29, 2018

Cerpen Bertema Lingkungan

Selamatkan Hutan

Langit cerah menghiasi bumi seisinya. Birunya langit menandakan adanya kedamaian. Pohon bergoyang ke kanan kiri, melambaikan tangan dengan riangnya. Hijau pohon menyejukkan segala pandangan. Seorang petani yang tinggal di pinggir hutan sedang bergembira menyambut hari cerah di pagi ini. Petani itu hanya tinggal bersama seorang aNaknya, karena istrinya sudah meninggal 4 tahun lalu. Di sebelah rumah petani itu terdapat sebuah desa yang bernama Desa Suka Maju.
Ketika petani sedang duduk di teras sambil melihat keadaan desa, aNaknya yang bernama Alisya menghampirinya sambil membawa secangkir teh hangat.
“Diminum dulu tehnya, Yah.”kata Alisya sambil menaruh secangkir teh hangat di meja.
“Iya, Nak.” jawab si petani. Kemudian ia meminum secangkir teh hangat yang dibuat oleh Alisya.
Setelah meminum teh buatan Alisya, ia bercerita tentang kondisi lingkungan alam desa saat ia masih muda.
“Kalau kamu tau, Sya. Lingkungan desa kita sekarang jauh berbeda dengan dulu.”kata si petani.
“Maksud AYah?” tanya Alisya penasaran.
“Dulu itu, setiap warga di sini sangat antusias untuk menanam berbagai jenis tumbuhan di depan rumahnya. Dengan demikian, desa kita menjadi sejuk dan rindang. Akan tetapi, sekarang banyak warga yang sudah tidak peduli dengan lingkungan. Hal itu menyebabkan desa kita menjadi panas dan tidak sejuk seperti dulu lagi.”Kata si petani menceritakan keadaan desa yang dulu.
Kemudian ia menambahkan, “Hutan desa yang dulunya menjadi habitat banyak rusa, sekarang menjadi habitat tumbuhan saja. Hal itu karena banyak warga yang memburu rusa untuk dijual. Dulu aYah sering bermain dengan rusa-rusa itu, tetapi sekarang rusa-rusa itu sudah tidak ada lagi. Selain itu, dulu semua warga sangat menyadari pentingnya menjaga lingkungan alam. Akan tetapi, seiring dengan kemajuan teknologi, warga justru berbuat seeNaknya pada lingkungan alam. AYah berpesan kepada Alisya, supaya Alisya terus menjaga dan merawat lingkungan.” jelas si petani kepada Alisya.
“Insyaallah, Yah. Alisya akan berusaha menjaga lingkungan ini dengan sebaik-baiknya.”ucap Alisya dengan penuh semangat.
***

Pada suatu hari yang tenang dan damai, dimana burung berkicau dengan suka cita. Pepohonan sedang bermain dengan angin dan menari-nari ke sana kemari, hingga menghasilkan gerakan yang sangat indah. Akan tetapi, ketenangan itu kini terusik oleh kedatangan orang-orang berseragam proyek dengan berbagai alat berat. Seketika Alisya kaget melihatnya, semua warga tampak antusias dan senang atas kedatangan mereka. Hal itu yang membuat Alisya merasa bingung dan heran.
“Mengapa warga malah senang dengan kedatangan mereka?”ucap Alisya dalam hati. Tanpa berpikir panjang, Alisya segera menemui aYahnya di sawah.
“Permisi, Yah.”sapa Alisya buru-buru.
Petani itu langsung menghentikan kegiatannya di sawah. “Iya, Nak. Ada apa?” tanya si petani.
“Ada hal yang sangat penting, Yah” jawab Alisya cemas.
“Penting? memangnya ada apa, Nak?” tanya si petani penasaran.
“Ada sekelompok orang berseragam proyek datang ke desa. Mereka menuju ke hutan. Kelihatannya mereka ingin menebangi pohon, Yah.” jelas Alisya.
Si petani terdiam, ia segera meninggalkan pekerjaannya dan menuju ke hutan.
***

Sesampainya di hutan ternyata hutan tersebut sangat ramai warga. Para warga melihat pekerja-pekerja yang sedang menghitung jumlah pohon dan menyusun rencana untuk melaksanakan proyek mereka. Bahkan ada juga warga yang berjualan di sekitarnya demi mendapatkan uang. Hal itu terjadi, karena ada proyek besar di desa. Si petani langsung menemui Bapak Kepala Desa yang sedang berbincang-bincang dengan ajudannya. Emosi si petani tidak dapat tertahan lagi.
“Apa yangBapak lakukan dengan semua ini?” tanya si petani dengan lantang. Sampai-sampai para warga memperhatikannya.
“Lho, Anda kok tiba-tiba marah? saya tidak mengerti maksud anda.” jawab Bapak Kepala Desa yang terlihat tenang.
“Bapak menyetujui proyek yang akan merugikan warga dalam jangka waktu yang panjang. Apakah Bapak tidak berpikir bahaya apa saja yang akan ditimbulkan?” ucap si petani kecewa.
Bapak Kepala Desa langsung membalas perkataan si petani, “Saya kepala desa di sini. Saya mengerti kebutuhan warga saya. Anda tidak bisa menentang kebijakan saya.” jawab Bapak Kepala Desa.
“Baiklah, saya tidak akan berbicara panjang lebar.Saya peringatkan, proyek ini tidak akan bisa berjalan lama. Bapak yang menghancurkan, dan Bapak juga yang menanggung akibatnya. Bapak akan menyesal suatu saat nanti” jelas si petani dengan tegas.
Bapak Kepala Desa tersenyum sinis “Lihat! warga mendukung kebijakan saya dengan hadir di proyek ini.” jawab Bapak Kepala Desa dengan angkuhnya.
Si petani langsung pergi, tanpa menghiraukannya.
***

Pada siang hari ketika seorang petani dan anaknya sedang tidur, tiba-tiba terdengar suara mesin yang memilukan hati. Selain itu,terdengarjuga suara gemuruh dari pepohonan yang tumbang. Dengan segera, si petani bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke sumber suara tersebut.
“Hey kalian, hentikan perbuatan itu!” teriak petani kepada gerombolan penebang kayu.
Akan tetapi, para penebang kayu di dalam hutan itu tidak mendengarkan sedikitpun perkataan si petani. Setelah berusaha dengan sekuat tenaga, si petani berhasil mendekat ke arah penebang kayu. Ia menghentikan penebangan tersebut dengan berdiri di dekat gergaji mesin.
“Apa yang kau lakukan? Apa kamu mau cari mati?” teriak salah seorang di antara penebang kayu.
“Aku tidak akan membiarkan kalian terus menebang pepohonan di hutan ini. Apakah kalian tidak mengetahui bahwa banyak sekali makhluk hidup yang sangat bergantung dengan mereka. Apakah kau juga tidak mengetahui akibat yang akan terjadi jika semua pohon di sini habis kau tebangi?” teriak petani itu.
Para penebang pohon merasa terganggu dengan kehadiran si petani. Mereka juga merasa kesal, bahkan mereka membawa si petani dengan paksa untuk menjauh dari lokasi tersebut.
Si petani itu tidak tinggal diam. Ia segera pergi untuk menemui Bapak Kepala Desa. Ia mengadukan semua kejadian itu. Tetapi apa daya, usaha yang dilakukan oleh si petani itu gagal. Ternyata alasan Bapak Kepala Desa menyetujui adanya proyek itu adalahia ingin mensejahterakan rakyat melalui proyek besar yang ada di desa.Petani itu menyerah pada keadaan ini. Ia langsung memutuskan untuk kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah, petani itu langsung duduk di teras.
“Mengapa? karena alasan ingin sejahtera. Apakah mereka tidak sadar bahwa lingkungannya akan hancur dan pasti mereka akan menjadi korbannya. Alam akan menjadi musuh jika kita tidak memeliharanya dan alam akan bersahabat jika kita memeliharanya.” kata si petani hampir meneteskan air mata kesedihan karena usahanya gagal. Alisya, sebagai anaknya langsung menenangkan si petani.
“Ayah, Alisya mohon. Ayah jangan bersedih. Mungkin kita tidak dapat menghentikan, tetapi kita bisa mendoakan supaya mereka diberi kesadaran, Yah.” jawab Alisya sambil menghapus air mata si petani.
“Terima kasih Nak, ternyata anak ayah sudah mulai tumbuh menjadi dewasa, dan bijak.” kata petani itu sambil tersenyum.
Mendengar kata-kata si petani,Alisya tersenyum malu “Ah, ayah bisa saja.”
***

Setelah 1 bulan, proyek itu selesai. Para pekerja pada proyek itu sudah menghabiskan semua kayu yang ada di hutan, dan tidak ada yang tersisa sedikitpun. Kini hutan itu menjadi gersang. Si petani langsung datang ke rumah Bapak Kepala Desa dan membicarakan hal tersebut.
“Desa kita sekarang menjadi gersang, Pak. Jika kita tidak segera menanam pohon, maka akan terjadi bencana yang tidak kita inginkan. Bagaimana jika besok kita adakan kerja bakti dan penanaman pohon di hutan. Apakah Bapak setuju?”kata si petani kepada Bapak Kepala Desa.
“Untuk apa menanam pohon? pohon itu tidak ada pengaruhnyauntuk kita. Lagi pula desa kita ini sudah sejahtera dengan adanya proyek penebangan pohon kemarin.”jawab Bapak Kepala Desa dengan tegas.
“Apakah bapak tidak merasakan dampak penebangan pohon yang telah terjadi di desa ini? desa kita sekarang menjadi panas, karena sudah tidak ada pohon yang dapat menghasilkan udara segar, Pak.”kata si petani dengan penuh amarah.
Kemudian ia menambahkan, “Untuk itu, maka kita harus mengadakan penanaman pohon supaya desa kita tidak panas dan tidak terjadi kekeringan, Pak.” Kata si petani dengan tegas.
Bapak Kepala Desa berpikir sejenak, “Baiklah, terima kasih kamu telah mengingatkan saya. Saya setuju dengan pendapat kamu. Nanti akan saya umumkan kepada semua warga desa bahwa besok pagi akan diadakan kerja bakti dan penanaman pohon di hutan.” kata Bapak Kepala Desa.
“Sama-sama, Pak. Mari kita perbaiki desa ini bersama-sama. Kalau begitu saya pamit dulu ya, Pak.”kata si petani.
***

            Matahari mulai muncul dari ufuk timur. Kini saatnya kerja bakti dan penanaman pohon dimulai. Si petani dan anaknya sangatbersemangat dengan diadakannya kegiatan ini.Tidak hanya si petani dan anaknya yang bersemangat, tetapi para warga juga bersemangat dengan diadakannya kegiatan ini. Alasannya adalah, karena mereka sadar bahwa mereka tidak boleh merusak dan sembarang menebang pohon-pohon yang ada di hutan. Hutan adalah sumber kehidupan yang harus dijaga kelestariannya.
Bapak Kepala Desa dan para warga sudah berkumpul di hutan. Mereka sudah siap untuk menanam pohon.
            “Baiklah, sekarang kita mulai kerja bakti dan penanaman pohonnya. Akan tetapi, sebelum memulai kegiatan pada pagi hari ini, marilah kita berdoa menurut keyakinan kita masing-masing.” kata Bapak Kepala Desa.
            Selesai berdoa, mereka langsung bekerja bakti untuk membersihkan hutan. Sementara itu, si petani dan anaknya menyiapkan tanaman yang akan ditanam di hutan.
“Yah, tanamannya sudah saya hitung. Semua ini jumlahnya ada 385 pohon.” kata Alisya kepada si petani.
“Baiklah, Nak. Pupuknya juga sudah ayah siapkan. Sekarang kita membatu membersihkan hutan terlebih dahulu.” kata si petani kepada anaknya.
Selesai menyiapkan pohon-pohon yang akan ditanam, mereka langsung ikut membantu membersihkan hutan dengan alat yang mereka bawa.
Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB.
“Mohon perhatiannya untuk semua warga. Hutan sudah menjadi bersih. Kini saatnya penanaman pohon dimulai. Silakan setiap warga mengambil satu pohon untuk ditanam di hutan dan mengambil pupuk secukupnya.” kata Bapak Kepala Desa.
“Baik, Pak.” jawab seluruh warga dengan kompak.
Para warga langsung mengambil pohon dan menanamnya. Selesai menanam pohon mereka langsung memberi pupuk secukupnya.
***

Beberapa tahun kemudian pekerjaan mereka mulai ada hasilnya.
“Hutan kita mulai hijau kembali,Yah. Desa kita sudah tidakpanas lagi.” kata Alisya kepada si petani.
“Iya, Nak. Ini berkat keja sama kita semua.” jawab si petani.

Akhirnya para warga hidup dengan gembira, karena sekarang hutan menjadi hijau kembali. Para warga pun menyadari, bahwa hutan itu perlu untuk menjaga harus dipelihara dengan sungguh-sungguh tidak ada lagi penebangan pohon.

Monday, July 16, 2018

Materi Bahasa Inggris Tentang Derivative

Derivative

Noun Forming :
Er
Contoh :
Speak + Er = Speaker ( Pembicara )
Find + Er = Finder ( Penemu )
Ar
Contoh :
Beggar ( Pengemis )
Burglar ( Pencuri )
Or
Contoh :
Create + Or = Creator ( Pencipta )
Collect + Or = Collector ( Pengumpul )
Ary
Contoh :
Vision + Ary = Visionary ( Pelamun )
Bound + Ary = Boundary ( Perbatasan )

Ee
Contoh :
Train + Ee = Trainee ( Pelatih )
Pay + Ee = Payee ( Penerima Uang )
Hood
Contoh :
Mother + Hood = Motherhood ( Keibuan )
Brother + Hood = Brotherhood ( Persaudaraan )
Ness
Contoh :
Warm + Ness = Warmness ( Kehangatan )
Weak + Ness = Weakness ( Kelemahan )
Ship
Contoh :
Member  + Ship = Membership ( Keanggotaan )
Fellow    + Ship = Fellowship ( Persahabatan)

T
Contoh :
Complain  + T = Complaint ( Keluhan )
Fly      + T = Flight ( Penerbangan )
Th
Contoh :
Deep + Th = Depth ( Kedalaman )
Grow + Th = Growth (Perturnbuhan)
Ance
Contoh :
Enter + Ance = Entrance     ( Jalan Masuk )
Resist + Ance = Resistance     ( Perlawanan )
Ence
Contoh :
Differ   + Ence = Difference ( Perbedaan )
Defend  + Ence = Dependence ( Ketergantungan )

Ency
Contoh :
Clement   + ency = Clemency ( Pengampunan )
Depend    + Ency = Dependency ( Ketergantungan )
Ancy
Contoh :
Expect  + Ancy = Expectancy ( Harapan )
Brilliant + Ancy = Brilliancy ( Kecerdasan )
Ion
Contoh :
Navigate   + Ion = Navigation ( Ilmu Pelayaran )
Confuse    + Ion = Confusion ( Kebingungan )
Ment
Contoh :
Pay + Ment = Payment ( Pembayaran )
Agree + Ment = Agreement (Persetujuan )

Ic
Contoh :
Comic ( Pelawak )
Characterize + ic = characteristic ( ciri )
Ics
Contoh :
Mathematic + ics = Mathematics ( Matematika )
Politic + ics = Politics ( Politik )
An
Contoh :
Library + An = Librarian ( Pustakawan )
Ian
Contoh :
Guard    + Ian =Guardian (  Wali )
Reptile   + Ian = Reptilian ( Binatang Melata )
Ician
Contoh :
Politic  + Ician = Politician       ( Politikus )
Electric + Ician = Electrician      ( Listrik )

Thursday, July 5, 2018

Keranjang Minuman Dari Gelas Bekas

Keranjang Minuman Dari Gelas Bekas

 

Alat dan Bahan

1.    Sampah Gelas Minuman ringan

2.    Cutter



3.    Gunting

4.    Kawat hias berbagai warna 

5.    Kawat


6.    Pita hias


7.      Lem Tembak

8.      Tembak

Cara Pembuatan

1.Ambil gelas minuman dari plastik, potong bibir gelas menggunakan gunting. Kemudian rapikan sisa-sisa plastiknya hingga tertinggal ring nya saja.


2.Lanjutkan hingga ringnya cukup banyak.

3.Ambil kawat hias ukur hingga kira-kira panjangnya dua meter lalu potong.

4.Lilitkan potongan kawat hias pada ring gelas bekas hingga menutup ring secara keseluruhan.

5.Ulangi pada ring lainnya menggunakan dua kawat hias berbeda warna.
6.Ring yang sudah jadi kemudian dirangkai dengan jumlah 6 ring per bulatan.

7.Kemudian hubungkan ring menggunakan kawat hias yang dipotong kecil kecil dan susun melingkar.

8.Satu rangkaian yang sudah jadi di gabungkan dengan rangkaian lainnya agar membentuk tempat gelas. Bentuk rangkaian sesuai keinginan kita.


9.Untuk membuat pegangannya ambil kawat yang telah diukur sama panjang lalu didekatkan mejadi satu.

10.Setelah disatukan, lilitkan kawat hias pada kawat hingga menutupi permukaan kawat. Perhatikan gambar!

11.Jika pegangan sudah jadi, pasang pegangan tersebut pada tempat gelas.
12.Hias bagian tepi tempat gelas tersebut menggunakan pita hias, lalu direkatkan menggunakan lem tembak.
13.Keranjang minuman dari gelas bekas pun sudah jadi.

Percobaan Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit

Percobaan Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit 1.       Alat dan Bahan a.       Alat 1)          Gelas kimia 2)          Alat...